Jumat, 07 Desember 2012

Depapepe - START

hai blog! long time no posting :D
hehe sedang disibukkan dengan kegiatan kelas 12 yg padat dan yaaaaaa begitulah :3
aku mauu ngepost video praktek seni kelompok seni, kami ngebawain instrumen dari Depapepe  dengan judul START :)
arahan dari teman sekelompok kami, ariq :D
berikut videonya, vheck this out ;)


Sabtu, 06 Oktober 2012

Tulis Mimpimu Disini by XII.IA.1

haloo blogga :D
udah lama banget gak posting di blog ini :D
cuma mau ngeshare kalimat-kalimat dari temen-temen kelasku XII.IA.1 yang ditulis di kertas yang dibentuk pesawat ;;)
tapi ada yang gak cantumin namanya gegara gak ditulis. muehehe
check this out ;;)

 Mega Rizky Nuriana Sari
Bermimpilah karena hidup memang berawal dari 'MIMPI'. We have a dream :)

 Miranda Alaska
No vision no future. Jangan pernah membahas mimpimu. Tetapi, teruslah berusaha.. Fighting!

 Nurwan Al-Anshori
Mimpi bukan halnya suatu harapan yang hampa melainkan suatu cita-cita yang harus dicapai dengan hikmah yang jelas!!

Tak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanya usahanya saja yang tak setinggi mimpi itu.

 Winesfin Refti
Pesawat impian.. Membawa kita menuju.. Kesan atempat yang akan membuatsemua menggurat senyum termanis.. Yakinlah kamu bisa.. Buatlah mereka semua bangga. BISA!!

 Tiara Windri Apriani
 Bermimpilah sebanyak apapun, masalah  akan menjadi realita atau tidak, hanya Tuhan dan dirimu yang tau.

 Diane Tristina Rantauly
Jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah selagi kau mampu. Insya Allah kita bisa :) Semangat!!

 Mia Rhamayani
Jangan mengumbar sesuatu yang belum pasti. Belajarlah untuk menyembunyikannya, hanya agar kau dan Allah yang mengetahuinya.

 No Name
Mimpi yang besar hanya akan sia-sia apabila tidak diiringi oleh usaha.

Mimpi itu adalah awal bagi pemimpin yang cerdas.

Mimpi adalah harapan yang pasti akan dikabulkan yang tak tahu kapan waktunya.

Mimpi itu adalah sebuah harapan yang tak tahu kapan akan datangnya. Sekarang ini kita musti berusaha, berdoa, berikhtiar. Believe it's real


Aamiin ya Allah. permudahkanlah jalan kami untuk menggapai mimpi :')

Kamis, 30 Agustus 2012

Kejar Aku, Cinta

Aku, yang tengah menelusuri alasan-alasan itu. Alasan yang membuat aku dan kamu tidak lagi menjadi kita. Aku paham, aku pun menerima dengan ikhlas semua alasan itu. Karena aku juga wanita, akan maha dahsyat sakitnya hati jika akupun merasakannya. Kita menjalin untaian kisah cinta tidak begitu lama. Memang hanya sedikit kenangan yang tercipta. Tapi, semua perhatian yang kau curahkan untukku selama beberapa hari itu sangat membekas manis direlungku.

Kini, aku telah menjadi bagian masa lalumu dan kaupun begitu. Aku tidak berhak lagi untuk memberikan perhatian secara intens kepadamu, mengingatkanmu untuk makan, beribadah dan belajar. Aku hanya mengamatimu dari jauh, memandang sosokmu dan tidak etis rasanya aku menegurmu seperti dulu. Untuk memberikan senyumpun aku begitu canggung..

Hanya beberapa hari setelah kita mengakhirinya, aku mengamati setiap tingkahmu yang tampak dihadapanku secara nyata maupun maya. Apakah telah menemukan penggantiku? hei! Berbicara tentang pengganti, aku sedikit terkejutkan dengan kabar bahwa kau sedang mendekati wanita lain. Dia tidak lain adalah orang yang aku kenal. Seketika aku menitikkan air mata, begitu cepat rasanya. Aku memang yang mengajakmu berbicara perihal aku ingin menjaga perasaan seseorang, dan kau yang melontarkan kata 'putus' itu.

Tapi, tidakkah kau memikirkanku juga? memikirkan perasaanku? aku tidak menyangka kalau kau setega ini. Membiarkan hatiku terluntang-lantung. Kau begitu perhatian kepadanya, setiap saat aku melihat aktivitas kalian di dunia maya. Kau bilang menyayangiku, tapi nyatanya?! Jika kau benar-benar mencintaiku, kejar aku! Kejar aku dan jelaskan bahwa hubungan kita akan bertahan baik-baik saja.Katakan bahwa kau memang benar mencintaiku. Aku ingin melihat usahamu, pengorbanan cinta yang selama ini kau umbar manis terhadapku. Ironis memang pada kenyataan kau mendekatinya, aku jadi tidak yakin akan ucapan yang kau berikan pada saat kita baru meresmikan hubungan 'pacaran'. Aku kira kau berbeda, tapi ternyata sama saja seperti mereka lelaki yang kukenal dulu.

Aku bersyukur Tuhan menunjukkan kenyataan ini sehingga aku tidak terjebak kedalam perangkap manis itu :)
Tiara Windri Apriani

Jumat, 03 Agustus 2012

Relationship and Lines

Suatu hubungan antar dua insan dapat dianalogikan seperti dua garis.
Pertama, dua garis sejajar.
Hal ini dapat diartikan bahwa dua orang tersebut memang memiliki arah yang sama, bisa jadi mereka juga selalu sependapat dalam berbagai hal. Namun, layaknya dua garis yang sejajar tentu tidak akan bertemu titik potongnya. Mereka pun memerlukan hal yang 'out of the box' dari apa yang biasa dilakukannya. Tentu akan sangat membosankan jika sepanjang hidupmu hanya dihabiskan dengan hal yang itu-itu saja.

Kedua, dua garis perpotongan.
Perumpaan ini dapat diartikan bahwa dua orang dari latar belakang yang berbeda, memiliki banyak perbedaan, sering bertengkar, dan semua hal-hal yang terkadang membuat sesorang tidak nyaman berada di dekatnya. Apakah kalian pernah merasakan hal ini? saya rasa pernah :)). Dari intensitas sering dijahili, berantem, gaya hidup yang berbeda, dll menimbulkan perasaan rindu kala kita tidak diajak berantem olehnya. Bisa jadi kita adalah orang yang pendiam, dan semua hal yang membuat kita bertengkar itu adalah salah satu cara mendekatkan diri kepadanya. Walaupun dia adalah seorang yang cerewet dan kita pendiam. see? Perbedaan itulah yang membuat kita merasa 'klik' dengannya. Kembali ke atas, sehingga kita walaupun dari latar yang berbeda, tentu akan selalu ada hal-hal manis yang membuat kita menyatu dengannya.

Tiara Windri Apriani

Selasa, 03 Juli 2012

Mencinta Dalam Jarak


Aku termenung di depan monitor laptop ini, untuk menanti sapaanmu dalam sepotong chatting yang telah kita janjikan. Hampir 3 jam aku duduk manis di depan laptop hanya untuk menunggu kau menyapaku
Melakukan hal yang sia-sia, hanya karena aku mencintaimu

Hei sedang apa kau disana? Sepertinya jarak terlalu kejam kepada kita ya? Memisahkan dua hati yang saling mencintai. Tunggu dulu, 'saling' mencintai?. Iya menurutku, tapi aku tak tahu denganmu.

Begitu banyak kerikil tajam yang membuat hubungan kita tak semulus dulu. Ratusan bunga api pun rasanya menyulut kita hingga bertengkar berlarut-larut. Tak dapat kupungkiri, hati ini begitu sakit saat kuketahui kau berbohong terhadap apa yang kau beritakan.

Kau bilang merindukanku, tapi nyatanya kau kencan dengan perempuan lain. Kau bilang ingin mengetahui kabarku sesering mungkin, tapi kau malah sibuk membalas mention dari teman-teman cewekmu. Aku selalu menunggu hingga larut malam melawan rasa kantuk hanya untuk menunggu pesan dan telepon darimu. Namun, hasilnya tetap nihil. Aku seperti tak berarti di matamu. Kadang aku berpikir, apakah kau masih setia denganku sesuai dengan yang kau janjikan dulu?
Jawabnya, entahlah. Hanya Tuhan dan kau yang benar-benar tahu.

Tak kusangka, mencinta dalam jarak amat sangat sulit. Kita tak benar-benar tahu apa yang dia lakukan disana. Aku merindukan sosoknya, ingin sekali melihat wajahnya dari dekat, tidak hanya melalui skype.
Apakah kau masih merindukanku sayang? Apakah ada yang menggantikanku memberimu perhatian secara nyata? Atau aku hanya sebagai 'pacar formalitas'?
Semoga kau tetap mencintaiku sama seperti dulu ketika kita masih bertatap mata secara langsung.



Tiara Windri Apriani

Sabtu, 30 Juni 2012

Bahaya Kembali Datang

Tugas Membuat Cerpen Bahasa Indonesia

Mawar putih itu masih setia berada diatas kepalaku. Aku pun masih mengenakan dress sederhana bermotif mawar berwarna gradasi pink. Rambut cokelatku yang berkilau masih tergerai seperti biasa. Kulitku putih langsat. Namaku Sheena, aku bukan murni seorang manusia, tetapi keturunan seorang Deena. Deena adalah peri yang sangat terkenal karena kecantikannya. Aku memakai cincin mawar putih peninggalan ibuku. Orang tuaku telah lama tiada sejak aku masih kecil.
            Aku hanya sebatang kara di pulau ini, aku tinggal di sebuah gubuk kecil yang terbuat dari kombinasi bambu dan daun rumbia. Aku memenuhi kebutuhan primerku dengan mencari tumbuhan yang aman untuk dimakan dan terkadang menangkap ikan di lautan. Teman-temanku disini adalah hewan-hewan yang ajaib menurutku. Ada Oxe rusa betina putih berkilau, Almora burung elang yang berwarna merah keemasan, Lexa unicorn berwarna pink muda, dan sebagainya. Tumbuh-tumbuhan di pulau ini jg beraneka ragam, dari yang aman sampai berbahaya.
***
            Keesokan harinya, aku terbangun dari tidur lelapku. Aku bergegas untuk mencari makanan bersama Lexa. Kami berkeliling pulau untuk mencari tumbuhan niddli, yaitu tanaman yang akarnya berbentuk mie yang ketika dicampur bersama air, maka akan menjadi mie goreng yang nikmat. Hari sudah beranjak siang, kami belum juga menemukannya. Lalu kami memutuskan untuk pergi ke bagian hutan terlarang. Terdengar suara-suara aneh seperti auman.
            “Lexa, aku mendengar auman dan hawa yang agak panas. Kamu ngerasainnya juga gak?” Tanyaku.
            “Iya Sheena, aku takut itu adalah makhluk aneh bin mengerikan yang ada disini.” Jawab Lexa.
            “Kita keluar dari sini aja yok. Aku takut banget, perasaanku gak enak.” Ajakku kepada Lexa.
            “Baiklah.” Ujar Lexa mantap.
            Kami pun bergegas meninggalkan kawasan hutan terlarang itu.
            Karena tidak mendapatkan apa yang kami inginkan, kami hanya mengambil ikan di pesisiran pantai dan dibakar. Lumayan, cukup untuk mengganjal perut hari itu.
***
            Siang ini aku ingin mencari bunga lili putih dan mawar ungu untuk menghiasi sudut kamarku. Aku berjalan sendirian tanpa ditemani sahabat-sahabatku. Lengkap sekali pulau ini, menyediakan seluruh yang kami butuhkan. Aku melintasi hutan terlarang lagi. Masih terdengar suara auman dan hawa yang membuat gerah.
            Daaaan, oh!! Rumput-rumput ilalang emas menjadi seperti arang. Hitam pekat dan hangus. Apa yang terjadi dengan bagian hutan ini? Apa karena aku terlalu lama menjadi fakir asmara? Apa karena Raditya Dika sering membuat penggalauan? Oh lupakan.
            Aku mulai berpikir apakah ada makhluk aneh dan mengerikan disini? Aku sungguh takut pake banget berpangkat-pangkat. Karena aku tidak menemukan bunga-buga cantik tersebut, aku memutuskan untuk ke tempat tinggal Almora di pohon pinus.
            Setibanya disana, aku bercerita dengan Almora tentang apa yang kulihat.
            “Al, kamu tahu tentang apa yang ada di hutan itu?” tanyaku.
            “Gak tau Sheen, soalnya gak pernah lewat situ. Males gila, aku udah capek-capek hair spa bulu-buluku setiap hari. Trus harus terbang gak penting gitu.” Jawab Almora dengan gaya khasnya.
            “Aaaaah tapi aku penasaran banget nih, ayolah temenin. Kalo gak kita ajak Oxe dan Lexa. Ntar ku traktir niddli lada hitam deh.”
            “Baiklah kalau begitu.” Ujar Almora mantap mendengar nama makanan maha lezat tersebut.
            “Bentar ya aku telpon  Lexa dan Oxe dulu.” Inisiatifku.
            Kami janjian bertemu di simpang tak terhingga perbatasan hutan itu. Dengan mengumpulkan segenap keberanian jiwa raga, kami segera menelusuri hutan terlarang. Kami tiba di pertengahan hutan, mencekam sekali. Aku sampai beberapa kali berlindung di dekat Oxe.
            Udara semakin panas, rasanya gak gak gak kuat. Begitu banyak spekulasi yang ada di otakku. Sebenarnya ada apa di hutan ini. Dan kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi di hadapanku! Refleksi ibu ku muncul dihadapanku. Seketika dia berbicara denganku.
            “Sheena anakku, kamu akan menghadapi perjalanan yang membahayakan. Di hutan ini terdapat makhluk yang sangat berbahaya.” Kata wanita nan cantik ini.
            “Ada apa ibu?” jawabku.
            “Di hutan ini ada naga yang telah bangkit dari tempat kematiannya 50 tahun yang lalu. Dia akan menyerang siapa saja yang mengganggunya.”
            “Lalu apa yang harus kami lakukan bu?”
            “Kalian harus menemukan mahkota mawar kristal untuk mengembalikan negara tersebut ke tempat asalnya. Mahkota itu harus ditemukan segera nak, sebelum seisi pulau ini hangus. Dan jika kalian telah menemukannya, segera hadapi. Mawar yang melingkar di jari mu, berguna untuk melindungi kalian dari hembusan api yang dikeluarkann naga. Segera hadapi. Ibu percayakan kepadamu dan teman-temanmu. Semoga berhasil.” Ibu mengakhiri kalimatnya dan sosoknya menghilang.
            Oxe, Lexa, dan Almora tidak melihat sosok ibu ku. Mereka dari tadi hanya memperhatikanku.
            “Teman-teman, kita harus menemukan mahkota mawar kristal untuk mengembalikan naga yang ada di pusat hutan ini ke tempat asalnya.” Kataku memberi petunjuk.
            “Dimana kita harus mencarinya Sheena?” Tanya Oxe.
            “Akupun tak tahu Oxe. Mari kita lanjutkan perjalanan ke pusat hutan untuk menghadapi naga tersebut.” Ajakku.
            Kami pun melanjutkan perjalanan ke dalam hutan. Aku juga bingung memikirkan mahkoa Kristal itu. Semakin dekat ke pusat, hawa semakin panas. Tiba-tiba, ada seorang kurcaci mini yang hanya seukuran telapak tanganku sedang tersangkut di celah akar pohon. Aku dengan lincah membebaskan kurcaci itu. Lalu dia berterimakasi kepada kami.
            “Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian. Kalau tidak ada kalian mungkin aku tidak dapat terbebas dari sini.” Ucap kurcaci.
            “Iya sama-sama.” Kami menjawab serentak.
            “Mawar yang ada diatas kepalamu cantik sekali peri. Aku berharap mahkota itu dapat melindungimu serta mereka dari kalian.” Harap sang kurcaci.
            Mereka melanjutkan perjalanan dan sudah tinggal beberapa meter lagi mereka sampai di tempat naga tersebut. Udara panas semakin merajalela. Aku mencoba mengarahkan cincin mawarku kearah kami. Dengan ajaib, kami diselubungi semacam kabut bening yang menyejukkan. Kami maju perlahan dengan berani. Tanduk unicorn yang dimiliki Lexa mengeluarkan sinar yang mampu meredam suara naga tersebut. Almora terbang untuk mencari titik kelemahan naga itu. Oxe dengn kekuatannya mampu mengeluarkan air untuk memadamkan api.
            Secara mengejutkan, mahkota mawar putih yang ada di kepalaku mengeluarkan cahaya yang terang menderang. Oh apa yang terjadi? Naga di hadapanku semakin meronta-ronta dan lahan yang hangus semakin banyak. Apa yang harus aku lakukan? Aku merasakan mahkotaku sedikit lebih berat, mahkota mawar ku berubah menjadi kristal!!! Apakah ini doa dari kurcaci tadi? Aku sangat berterima kasih kepadanya.
            Dengan sigap aku melepaskan mahkota itu. Aku arahkan mahkota tersebut ke arah naga api. Mahkota mawar kristal  mengeluarkan cahaya hijau yang sangat dahsyat, sementara semua teman-temanku juga meluncurkan serangan membabi buta. Cahaya huijau tersebut semakin menguasai naga tersebut yang perlaha-lahan menjadi lemah, semakin lemah, lemah, dan lemah. Seketika itu naga langsung menghilang dari hadapan kami, kembali ke tempat yang ibuku sebutkan. Tempatnya yang abadi dan tidak akan pernah kembali ke pulau ini.
            Kami semua bersorak sorai gembira menyambut hal ini. Sungguh menyenangkan bisa menyelematkan seisi pulau ini dari makhluk berbahaya. Kami berharap naga ini tak akan pernah kembali. Tidak lupa juga kepada ibuku yang telah hadir memberikan petunjuk kepada kami dan kurcaci kecil itu.

Tiara Windri Apriani

Diferensial Cinta

Ketika cinta itu dimulai dari nol
Ada berbagai variabel dan konstanta yang mempengaruhi
Yang membuat rasa kagumku
Bertambah beraturan bagaikan deret aritmatika

Rasa sayangku padamu bak bilangan bulat positif
Tak memiliki ujung seperti lingkaran
Tak terhingga layaknya tangen 90
Tak terdefinisi layaknya setiap bilangan dibagi nol

Dulu, aku kira tidak ada frekuensi harapan
Ternyata itu salah mutlak
Perasaan kita berpotongan di koordinat yang sama
Sehingga aku dan kamu mempunyai relasi lebih dari teman

Refleksi dirimu selalu hadir dibenakku
Tidak seperti variabel x pada fungsi
Selalu istimewa seistimewa bilangan kelipatan 9
Dan inilah diferensial cinta dari hatiku


Tiara Windri Apriani

Rindu

Persembahan untuk sahabatku, Raudah Rachmania Utami

Untukmu terkasih, yang terlampau jauh menjerat hatiku..

Hai, bagaimana hidupmu? Aku harap semuanya masih sama saat aku masih berhak menanyakan pertanyaan tadi kepadamu.
Aku merindukanmu, sungguh. Aku rindu semua pesan singkat yang kau kirimkan bahkan sekedar ntuk membangunkanku tidur.
Aku rindu, semua perhatian kecilmu yang berdampak luar biasa untuk hari-hariku.
Aku rindu, semangat yang kau berikan untukku saat Aku lelah dan pusing karena tanggung jawab itu.
Aku rindu, bahkan di saat-saat menyebalkan karena kau terlalu asyik bermain basket.

Kau baik-baik saja kan, kenanganku? Aku khawatir akan keadaanmu. Aku ingin sekali memberikan perhatianku walau aku tahu, aku sama sekali tak berhak.

Apakah kau masih mengingatku? hal-hal konyol yang pernah kita lewati bersama? hal-hal berharga yang membuat rasa cintaku kepadamu semakin dahsyat. Kau terlalu indah untuk dilupakan.

Maafkan semua rasa cintaku yang masih membahana begitu luar biasa kepadamu. Maafkan jika dihatiku kau masih berada di singgasana terindah. Maafkan jika kau terlalu risih atas semua ucapan rindu dan sayangku ini.

Aku mencintaimu, kenanganku. Sungguh, dengan keikhlasan dan ketulusan yang kupunya..
 
Tiara Windri Apriani